Usaha
yang dilakukan kaum Kafir Quraisy untuk menghalangi dakwa htelah mereka lakukan dengan berbagai cara,
baik dengan penyiksaan yang ringan sampai yang berat. Namun semua yang
mereka lakukan telah gagal. Bahkan semakin banyak orang tang memeluk Agama Islam. Kaum Quraisy semakin kesal dan marah. Sehingga mereka merencanakan hal yang
sangat mengerikan. Menurut mereka, satu-satnya cara untuk menghentikan dakwah Nabi
Muhammad adalah dihentikan secara keseluruhan jika perlu Nabi Muhammad harus dibunuh. Supaya rencana mereka tidak dihalangi oleh tetua mereka yaitu Abu Thalib,
maka mereka perlu menghadapi Abu Thalib terlebih dahulu.
A.
Kaum Quraisy Mnegancam Abu Thalib
Pada tahun keenam kenabian,
para pembesar Kaum Quraisy mendatangi Abu Thalib. Mereka memohon dengan sangat agar Abu
Thlib mau menghentikan dakwah Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam.Mereka juga mengancam
Abu Thalib dengan menganggap sebagai musuh jika tidak menghentikan dakwah Nabi Muahmmad.
Dengan ancamn ini,
Abu Thalib menjadi takut, sehingga ia menyampaikan persoalan ini kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Abu Thalib bercerita kepada beliau, bahwa Kaum Quraisy minta supaya dakwahnya dihentikan. Jika tidak,
maka mereka akan menjadikan pamanya sebagai musuh. Abu Thalib juga berkata kepada Nabi
Muhammad supaya tidak membebani pamanya di luar kesanggupanya.
Nabi Muhammad
mengira bahwa pamanya sudah tidak mau mendukungya lagi. Maka beliau bersabda, “Wahaipamanku, demi Allah,
andaikan mereka meletakan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar
aku meninggalkan agama ini, hingga Allah
memenangkanya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan meninggalkanya. ”Pergilah wahai anak saudaraku dan katakanlah apapun
yang engkau sukai. Demi Allah ,aku tidak akan menyerahkan dirimu kepada siapapun.”
Tatkala Kaum Quraisy mengetahui bahwa usahanya tidak berhasil,
mereka mendatangi Abu Thalib keduakalinya. Mereka datang dengan membawa seorang pemuda
yang paling tampan diantara mereka yang bernama Ammarah bin Al-Walid bin
Al-Mughiroh. Pemuda ini hendak diserahkan kepada Abu Thalib untuk ditukar dengan Nabi
Muhammad shallallahu’alaihiwasallam. Tentu saja hal ini tidak diterima oleh Abi Thalib.
Usaha
demi usaha yang dilakukan oleh Kafir Quraisy untuk menghalangi dakwah Nabi Muhammad
tidak berhasil. Sehingga mereka semakin jengkel dan marah. Mereka menjadi-jadi dalam menyiksa kaum muslimin.
B.
Nabi Muhammad Hendak Dibunuh
Setelah orang-orang
Quraisy mengalami kegagalan membujuk Abu Thalib untuk menyerahkan Nabi Muhammad,
mereka semakin bengis dan tanpa perikemanusiaan terhadap Nabi Muhammad
dan para sahabat. Bahkan mereka berencana membunuh beliau. Diantara kebengisanya adalah:
Dilakukan oleh Utbah bin Abu Lahab.
Dia telah berani mengganggu Nabi Muhammad dengan merobek baju dan meludahke muka beliau,
namun ludahnya tidak mengenainya.Saat itu Nabi Muhammad berdo’a agar Utbah bin Abu
Lahab mati diterkam hewan (Singa) ciptaan Allah. Tidak berapa lama ketika Utbah bin
Abu Lahab pergi ke Syam, di tengah kerumunan orang-orang, tiba-tiba ada singa yang
menyibak kerumunan orang-orang tersebut dan menerkamnya hingga dia tewas.
Dilakukan oleh utbah bin Mu’ith.
Dia pernah menginjak kepala Nabi Muhammad
ketika beliau sedang sujud hingga hampir saja kedua mata beliau melotot karena menahan injakan dari Utbah
bin Mu’ith.
Dilakukan oleh Abu Jahal.Suatu hari
Abu Jahal menunggui Nabi Muhammad shalat. Ketika Nabi Muhammad sedang sujud, Abu Jahal membawa batu besar untuk dijatuhkan ke kepala beliau . Namun ketika dia mendekat,
tiba-tiba Abu Jahal mundur. Dengan muka pucat dan tangan gemetar ia meletakkan batu yang
dibawanya. Abu Jahal ditanya orang-orang yang ada di sekitarnya,
mengapa dia tidak jadi melemparkan batu ke Rasulullah. Dia menjawab bahwa di dekat Nabi
Muhammad ada seekor unta besar hendak memakanya sehingga ia ketakutan.
Demikianlah penghinaan dan pelecehan
yang dilakukan oleh orang-orang
Kafir Quraisy dan setiap hari mereka tetap berusaha untuk membunuh Nabi. Namun mereka selalu gagal karena
Allah selalu melindungi beliau. Allah
telah memerintahkan malaikat pembawa wahyu yaitu Malaikat Jibril untuk mendampingi Rasulullah ketika akan disakiti oleh
orang-orang Kafir Quraisy.