Sabtu, 24 September 2016

Upaya Kaum Kafir Quraisy untuk Menghentikan Dakwah Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam

    Usaha yang dilakukan kaum Kafir Quraisy untuk menghalangi dakwa htelah mereka lakukan dengan berbagai cara, baik dengan penyiksaan yang ringan sampai yang berat. Namun semua yang mereka lakukan telah gagal. Bahkan semakin banyak orang tang memeluk Agama Islam. Kaum Quraisy semakin kesal dan marah. Sehingga mereka merencanakan hal yang sangat mengerikan. Menurut mereka, satu-satnya cara untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad adalah dihentikan secara keseluruhan jika perlu Nabi Muhammad harus dibunuh. Supaya rencana mereka tidak dihalangi oleh tetua mereka yaitu Abu Thalib, maka mereka perlu menghadapi Abu Thalib terlebih dahulu.

A.      Kaum Quraisy Mnegancam Abu Thalib

Pada tahun keenam kenabian, para pembesar Kaum Quraisy mendatangi Abu Thalib. Mereka memohon dengan sangat agar Abu Thlib mau menghentikan dakwah Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam.Mereka juga mengancam Abu Thalib dengan menganggap sebagai musuh jika tidak  menghentikan dakwah Nabi Muahmmad.
Dengan ancamn ini, Abu Thalib menjadi takut, sehingga ia menyampaikan persoalan ini kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Abu Thalib bercerita kepada beliau, bahwa Kaum Quraisy minta supaya dakwahnya dihentikan. Jika tidak, maka mereka akan menjadikan pamanya sebagai musuh. Abu Thalib juga berkata kepada Nabi Muhammad supaya tidak membebani pamanya di luar kesanggupanya.
Nabi Muhammad mengira bahwa pamanya sudah tidak mau mendukungya lagi. Maka beliau bersabda, “Wahaipamanku, demi Allah, andaikan mereka meletakan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan agama ini, hingga Allah memenangkanya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan meninggalkanya. ”Pergilah wahai anak saudaraku dan katakanlah apapun yang engkau sukai. Demi Allah ,aku tidak akan menyerahkan dirimu kepada siapapun.”
Tatkala Kaum Quraisy mengetahui bahwa usahanya tidak berhasil, mereka mendatangi Abu Thalib keduakalinya. Mereka datang dengan membawa seorang pemuda yang paling tampan diantara mereka yang bernama Ammarah bin Al-Walid bin Al-Mughiroh. Pemuda ini hendak diserahkan kepada Abu Thalib untuk ditukar dengan Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam. Tentu saja hal ini tidak diterima oleh Abi Thalib.
Usaha demi usaha yang dilakukan oleh Kafir Quraisy untuk menghalangi dakwah Nabi Muhammad tidak berhasil. Sehingga mereka semakin jengkel dan marah. Mereka menjadi-jadi dalam menyiksa kaum muslimin.

B.      Nabi Muhammad Hendak Dibunuh

Setelah orang-orang Quraisy mengalami kegagalan membujuk Abu Thalib untuk menyerahkan Nabi Muhammad, mereka semakin bengis dan tanpa perikemanusiaan terhadap Nabi Muhammad dan para sahabat. Bahkan mereka berencana membunuh beliau. Diantara kebengisanya adalah:
Dilakukan oleh Utbah bin Abu Lahab. Dia telah berani mengganggu Nabi Muhammad dengan merobek baju dan meludahke muka beliau, namun ludahnya tidak mengenainya.Saat itu Nabi Muhammad berdo’a agar Utbah bin Abu Lahab mati diterkam hewan (Singa) ciptaan Allah. Tidak berapa lama ketika Utbah bin Abu Lahab pergi ke Syam, di tengah kerumunan orang-orang, tiba-tiba ada singa yang menyibak kerumunan orang-orang tersebut dan menerkamnya hingga dia tewas.
Dilakukan oleh utbah bin Mu’ith. Dia pernah menginjak kepala Nabi Muhammad ketika beliau sedang sujud hingga hampir saja kedua mata beliau melotot karena menahan injakan dari Utbah bin Mu’ith.
Dilakukan oleh Abu Jahal.Suatu hari Abu Jahal menunggui Nabi Muhammad shalat. Ketika Nabi Muhammad sedang sujud, Abu Jahal membawa batu besar untuk dijatuhkan ke kepala beliau . Namun ketika dia mendekat, tiba-tiba Abu Jahal mundur. Dengan muka pucat dan tangan gemetar ia meletakkan batu yang dibawanya. Abu Jahal ditanya orang-orang yang ada di sekitarnya, mengapa dia tidak jadi melemparkan batu ke Rasulullah. Dia menjawab bahwa di dekat Nabi Muhammad ada seekor unta besar hendak memakanya sehingga ia ketakutan.
Demikianlah penghinaan dan pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang Kafir Quraisy dan setiap hari mereka tetap berusaha untuk membunuh Nabi. Namun mereka selalu gagal karena Allah selalu melindungi beliau. Allah telah memerintahkan malaikat pembawa wahyu yaitu Malaikat Jibril untuk mendampingi Rasulullah ketika akan disakiti oleh orang-orang Kafir Quraisy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar